
Mediatimsus.com – Wajib membaca Surat – surat yang ada dalam Al-Qur’an termasuk kedalam rukun Sholat.
Rasululah Saw biasa membaca Ayat/Surat yang berbeda tergantung jenis Sholat yang dikerjakan , Sholat Apa.
Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan dalam Al-Fiqhu Al-Islamiyyu adilahuttu hu rasul Saw membaca Ayat/surat yang panjang ketika sholat Shubuh,membaca ayat/surat yang pendek ketika Sholat Magrib/Sholat Isya ayat/surat yang panjang sering dibaca , dalil yang berkenaan dengan hal ini adalah (HR Abu Hurairah) yang berbunyi, “aku tidak pernah melihat seorangpun yang Sholatnya sama seperti rasullah SAW , selain si fulan .

Sulaiman bin Yasser berkata lantas saya Sholat di belakang Rasullah Saw , Dan ketika Sholat Shubuh Rasullah Saw membaca Ayat/Surat yang Panjang, dan Sholat Magrib dengan Ayat/Surat yang Pendek dan Sholat Isya dengan Ayat/Surat yang sedang (HR.Ahmad dan An-Nasa’i).
Menurut Ulama Syafi’iyyah sebagai mana dijelaskan dalam Haasyiyah Sarqawi’alaa Minhaj, surat panjang adalah Ayat/surat Al-Hujarat sampai An-naba’ . Adapun,dari An-Naba’ sampai Ad-Dhuha adalah Ayat/Surat sedang , dan setelah Ayat/Surat Ad-Dhuha sampai akhir Al-Qur’an termasuk Ayat/Surat pendek . Ayat/Surat Al-Hujarat adalah Ayat/Surat Ke – 49 dalam urutan Mushul Al-Qur’an , Ayat/Surat ini terdiri dari 18 Ayat , Adapun Ayat/Surat An-Naba’ adalah Ayat/Surat Ke – 78 dan terdiri dari 40 Ayat.
Sementara itu Ayat/Surat At-Dhuha menempati urutan Ke-93 dan terdiri 11 Ayat/Surat . “Di sebut dalam Fiqhu An – nisa ti thuoharah dan Fiqhu An-nisa fi Ash-Sholat karangan Adil Saldi Rasullullah SAW pernah menyuruh Mu,adz untuk membaca ayat/surat Asy-Syams , Al – Lail, Sujirot dalam Sholat Isya. Seperti nya Sholat Shubuh dan Maqrib , menurut pendapat ulama Syaffiyyah , batas minimal bacaan keras seseorang adalah cukup di dengar oleh makmum meskipun makmum hanya seorang . Adapun bagi wanita tidak fi perbolehkan membaca dengan keras(menjahar) jika ramai (ada orang lain).
Sayyid Sabiq dalam kitab fiqih nya yang berjudul Fiqus Sunnah menjelaskan, Selain mengeraskan suara Rasulullah SAW juga membaca Ayat/Surat Al-Qur’an dengan Tartil .
Beliau sendiri menganjurkan untuk membaca Ayat/surah Al-Qur’an dengan suara yang merdu sebagaimana, Rasullullah bersabda,(Merdukan) suara kalian membaca Ayat suci Al-Qur’an (HR.Bukhari) , dalam Hadist yang lain Rasulullah Tidaklah Sesuatu yang di Dengar Allah Swt , yang didengar Rasulullah Nabi Muhammad SAW dengan suara merdu melantun kan ayat suci Al-Qur’an (HR.Bukhori) .
Imam Bukhori meriwayatkan kedua Hadist ,tentang cara Rasullullah Muhammad SAW membaca Ayat/Surat tersebut dalam kitab At – Tawhid.
(A.Liem Lubis)






