
Mediatimsus.com – Pasca ditetapkan sebagai satu dari 10 nominator dalam ajang Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) . Bupati Sergai temu ramah yg digelar di kantor Pusat Dewan Pers,kebun sirih jakarta ,selasa 3/1/2023.
Bupati sergai menyebutkan momen ini merupakan sebuah kehormatan baginya mengingat kabupaten sergai mampu menebus 10 besar nasional. Oleh karenanya Bupati sangat mengapreasiasi gelaran yg digagas oleh PWI pusat.
“Ini membuktikan jika para Dewan juri melihat kualitas dan potensi gerakan cetak sawah mandiri sebagai program yg tidak hanya menjamin kestabilan pangan dalam daerah, namun juga memiliki nilai budaya”, ucap Bupati sergai.
“Gerakan cetak sawah merupakan Intensifikasi dan ekstensifikasi sektor pertanian. Di saat yg sama aspek kebudayaan di mana masyarakat dengan macam latar belakang bergotong royong mendukung program ini. Menjadi faktor penting dalam menyukseskan pelaksanaannya”, kata Bupati.
Bupati sergai juga menambahkan, gerakan cetak sawah ini kolaborasi dengan program dengan program penggemukan sapi dan gerakan Belanja bersama kebutuhan dapur dan harian di pasar rakyat (Grebek Dahsyat).
“Mudah – mudahan dengan program – program tersebut ketahanan pangan dan distribusinya di sergai dapat berjalan dengan baik demi mewujudkan sergai yg Maju Terus, Mandiri , dan Religius “, tegas Bupati sergai.
Sementara itu Ketua PWI Pusat Atal S.Depari mengapresiasi perhatian para kepala daerah yg mengintegrasikan kebudayaan dalam merancang kebijakan daerah.
“Hal tersebut menjadi landasan PWI dalam melaksanakan Anugerah kebudayaan ini.Saya berharap kita bisa semakin mengetahui makna budaya dan pada akhirnya mampu mencintai budaya itu sendiri”, kata Atal ketua PWI.
Anugerah kebudayaan PWI kemudian resmi dibuka oleh ketua PWI pusat dengan melanturkan lagu sambil memainkan ukulele.
Dalam kegiatan temu ramah ini,Bupati sergai bersilaturahmi dengan 9 Bupati/wali kota lain yg ikut dalam ajang ini yaitu:
– Bupati Halmahera selatan,Usman Sidik dengan judul proposalnya Inovasi Kopra Putih di Halmehera selatan.
— Bupati Sleman Hj Kustini Sri Purnomo dengan judul Inovasi Batik sinon salak sleman berbasis kearifan lokal.
— Bupati Kuningan H Acap Purnama dengan judul Ngarumat budaya kuningan,Ngariksa Alammapag swasembada pangan.
— wali kota surabaya Eri Cahyadi dengan judul Dandan Omah,Ben Apik Rek.
—wali kota medan Boby Nasution dengan judul Digitalisasi produk sandang.
— Bupati Malang Moh Sanusi dengan judul Inovasi Pangan berbasis kearifan lokal. (Sopiyan).






