Nasional

Aktivitas Pengerukan Tanah di Nagori Partimbalan Kecamatan Bdr Masilam Dikeluhkan Warga

×

Aktivitas Pengerukan Tanah di Nagori Partimbalan Kecamatan Bdr Masilam Dikeluhkan Warga

Sebarkan artikel ini

 

Simalungun – Aktivitas pengerukan tanah yang berlokasi di Nagori Partimbalan Kecamatan Bandar Masilam Kabupaten Simalungun, yang akan di bawa menggunakan Damtruk melebihi Tonase untuk proyek pembangunan Pelabuhan PELINDO,Kuala Tanjung  Kabupaten Batu Bara Sumatra Utara, dikeluhkan masyarakat  pengguna jalan, pasalnya, ceceran tanah diaspal jalan, membuat jalan menjadi licin dan apabila Panas matahari kering membuat debu bertebaran. “Kayaknya pemilik/Pengusaha dalam melakukan proyek pengerukan Tanah Galian C, sudah tidak lagi memperhatikan kepentingan masyarakat, mereka cuek aja terhadap tanah yang diangkut Damtruk  berceceran di jalan itu,” Kata salah seorang Tokoh Agama dan mantan Anggota DPRD Kabupaten Simalungun, Bapak Chairul Anwar, Ironi.nya.
Ketika keuangan Daerah tak mampu maksimal membangun jalan,
Tetapi Jalan kita mulai dari Nagori Partimbalan, menuju Bandar Tinggi Simalungun dibiarkan saja dilewati kendaraan pengangkut tanah (galian C) over tonase. Menurutnya, akibat aktivitas puluhan Damtruk pengangkut tanah itu selain mengotori jalan juga pekarangan rumah warga yang dilintasi Damtruk menjadi kotor akibat dikarenakan debu berhamburan. Meski ada aturan jelas dari Pemerintah, namun aktivitas proyek penimbunan tersebut tetap tak menjaga kebersihan jalan, Akibatnya kenyamanan pengendara kenderaan bermotor seakan dirampas karena jalan yang dilalui itu kini dipenuhi  material proyek. Bahkan, ketika nantinya hujan deras jalan akan menjadi licin. “Pasti licin karena tanah bekas angkutan berubah menjadi lumpur. Dan kalau panas datang, debu bertebaran sehingga dengan kondisi itu bisa membahayakan jiwa dan kesehatan. Kami sangat kesal dengan ulah Pengusaha/pemilik Galian,C, yang tidak peduli dengan semua ini,” tegasnya. Hal sama juga dikatakan warga lainnya inisial B.Damanik Menurutnya, Aktivitas proyek tersebut pun dinilai mengganggu warga dan para pengguna jalan.“Tanah yang berjatuhan di jalan itu sangat mengganggu pengguna jalan. Belum lagi debu yang dihasilkan beterbangan dihirup melalui pernafasan,” jelasnya. Beberapa hari lalu, kata dia, dirinya sudah meminta pihak pelaksana proyek untuk melakukan penyiraman agar jalan tersebut tidak berdebu, dan meminta sopir truk menggunakan penutup bak angkutan nya “Tapi, sekali saja mereka melakukan penyiraman. Keluhan warga juga kurang digubris,” terangnya. Karena itu dirinya berharap, kepada instansi Pemerintah terkait memberikan teguran terhadap pihak-pihak yang melakukan pengerukan Galian C, tersebut, agar warga dan pengguna jalan pun tidak merasa terganggu oleh kegiatan itu. “Kalau tidak mau mendengar, proyek tersebut ditutup saja. Nanti kalau warga sudah kesal, bisa fatal itu jadinya,” tandasnya. Sementara itu keluhan lain juga dirasakan pengguna kendaraan roda dua Sugino Ia mengaku tanah yang mengotori jalan lintas tersebut kalau siang berubah menjadi debu. Bahkan ketebalan debu yang berhamburan itu nyaris menutup jarak pandang pengguna jalan.”sepanjang jalan lintas dari Nagori Partimbalan sampai menuju Nagori Bandar Tinggi Kecamatan Bandar Masilam Kabupaten Simalungun, dan Perbatasan Kabupaten Batu bara yg di lintasi Damtruk pengangkut Tanah Berdebu sehingga meresahkan Masyarakat dan  Pengguna jalan (JMK)