Nasional

Pengakuan Camat Medan Kota Soal Tarian Wanita tidak Pakai Jilbab di Acara MTQ

×

Pengakuan Camat Medan Kota Soal Tarian Wanita tidak Pakai Jilbab di Acara MTQ

Sebarkan artikel ini

 

TimsusMedia.com
Medan, Sejumlah wanita tidak memakai jilbab menari di acara pembukaan MTQ tingkat kecamatan Medan Kota, KotaMedan
Video tarian tersebut tersebar luas di media Sosial dan menimbulkan kritikan dari masyarakat banyak. Dilihat TimsusMedia.com, dari Video yang beredar Rabu 12 Pebruari 2025. Ada tujuh(7) wanita menari di depan sebuah panggung yang berisi sejumlah pejabat hingga seorang pria berpakaian Polisi. Di samping orang menari tersebut,terlihat rombonganberbaju merah yang di isi etnis tionghoa terlihat sedang antri untuk menampilkan pertunjukannya di depan panggung.

Ada pula rombongan laki-laki memakai peci dan alat musik ikut pawai tersebut di Video itu. Rombongan drumband juga terlihat ada di lokasi yang disebut bagian dari pembukaan MTQ tingkat Kecamatan Medan Kota.

Camat Medan Kota Raja Ian Andos Lubis membenarkan Video yang beredar itu .
Menurutnya peristiwa itu terjadi saat acara Pawai Budaya yang dilaksana kan pada hari Sabtu 8 Pebruari 2025 di jalan Sisingamangaraja , Medan. Dalam acara itu, Etnis Tionghoa ikut berpatisipasi karena kecamatan Medan Kota di sebut merupakan daerah Multietnis.

“Itu kan Pawai Budaya, Medan Kota itu kan Multikultural Multietnis dari ragam suku, ragam budaya, nah mereka mau berpartisipasi dari etnis Tionghoa ada yang mau menampilkan tarian Gong Xi kebetulan mereka baru merayakan Imlek,”kata Raja Ian Andos Lubis kepada TimsusMedia,com Rabu 12 Pebruari 2025.

Dia mengaku tidak mengetahui jika ada penampilan tersebut . Etnis Tionghoa itu juga di sebut langsung pulang usai pawai dan tidak ikut ke lokasi acara MTQ.

“Saya pun nggak tahu kalau seandainya mau ada penampilan itu, namanya beragam budaya,itu semangat Multikultural kita juga saling menghargai lah kalau mereka juga tidak ikut ke dalam arena MTQ langsung pulang,”ucap nya.

“Camat sebut tak ada niat jelek”. Dalam pawai itu Andos, menjelaskan banyak penampilan bukan hanya tarian itu. Tarian itu di sebut berasal dari rombongan Kelurahan Pandang Hulu I yang mayoritas etnis Tionghoa. “Itu ada iringan drumband,itu dari berbagai kelurahan, nah kebetulan yang Tionghoa itu dari Kelurahan Pandang Hulu I, kelurahan, kelurahan Panda Hulu I kan Etnis Tionghoa,”ucap nya.
Andos menegaskan jika tidak ada kesengajaan dalam momen itu termasuk tidak ada niatyang jelek-jelek .
“Ngak ada unsur kesengajaan, ngak ada,tidak ada niatnya yang jelek-jelek”tutup nya .

Dianggap Jadi jadi Preseden Buruk .
Sekretaris Komisi I DPRD Medan Syaiful Ramadhan melayangkan kritik atas penampilan tarian wanita tak pakai jilbab di acara MTQ .
Dia menganggap itu bisa dan sah sah saja , tidak menjadi preseden buruk.
“Ini dapat jadi Preseden Buruk,kita minta WaliKota Evaluasi pejabat yang bersangkutan,”katanya, Kamis 13 Pebruari 2025

Syaiful menyayangkan adanya pertunjukan tersebut dalam acara keagamaan. Camat sebagai penanggung jawab di nilai tidak memahami acara keagamaan dan acara bertemakan nasional.

“Kalau saya lihat ini sudah kecolongan, Camat sebagai penanggung jawab sepertinya tidak mengerti mana acara keagamaan mana acara yang bertema nasional,”ucap nya .

Politikus PKS ini menilai acara yang seharusnya menampilkan keteladanan nilai-nilai luhur agama malah dicampur adukkan dengan pertunjukan kurang sopan. Syaiful menyebutkan tidak melarang pertunjukan tersebut, namun di acara keagamaan harusnya di tiadakan.
“Intinya kita tidak melarang pertunjukan tersebut, hanya saja ketika momennya acara agama bagusnya di tiadakan . Atraksi-atraksi itu kan dapat dilaksana kan di momen lain,bukan di MTQ,”jelas nya.
Syaiful menilai MTQ memiliki peran yang signifikan dalam menambahkan dan mengukuhkan nilai-nilai Kemanusiaan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Musabaqoh Tilawatil Qur’an/MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai media edukasi dan pengembangan karakter yang berbasis pada ajaran-ajaran mulia dalam Islam.

“Dengan memahami korelasi ini, diharapkan peserta dan masyarakat dapat lebih meng apresiasi nilai-nilai kemanusiaan dan lingkungan hidup yang mana diajarkan oleh Rasulullah yang ada di Al-Qur’an dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,”tutup nya.
(A Liem Lubis).-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *