Nasional

Prosesi Pelebon Almarhumah I Gusti Ayu Agung Rai Muter

×

Prosesi Pelebon Almarhumah I Gusti Ayu Agung Rai Muter

Sebarkan artikel ini

 

 

GIANYAR,MediaTimsus.com – Adat istiadat masyarakat Bali turun temukan dari leluhur sejak dahulu kala yang begitu spesifik, tersusun dan tertata rapi dalam awig-awig desa adat setempat. Begitu pula halnya dalam upakara kematian atau upacara kematian pada salah satu warga desa setempat. Pengabenan secara umumnya dan khususnya Pelebon, ini adalah prosesi adat istiadat yang terangkai didalam bingkai agama Hindu Bali. Masyarakat Bali pada umumnya percaya bahwa tubuh atau jasad harus diaben (dibakar) agar jiwa dari orang yang meninggal dunia tersebut dapat terbebas dari keduniawian untuk kembali ke asalnya dan berinkarnasi titiskan lahir kembali segaris keturunan (satu leluhur) dikemudian hari kelak.

Pelebon atau dikenal istilah Pengabenan merupakan salah satu mata rantai upacara Agama Hindu di Bali.  

Upacara Agama Hindu tercermin pada pelaksanaan Panca Yadnya (lima pengerbonan). Lima pengorbanan suci yang dilaksanakan oleh umat Hindu secara tradisi adat yang tulus ikhlas menjalankannya.

Pelaksanaan Pelebon almahumah I Gusti Ayu Agung Rai Muter dilaksanakan di Setra (pemakaman umat Hindu) di Banjar Pengembungan, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali dipimpin atau dipuput oleh Ida Pedande Rsi Agung Puri Agung Tegal Tamu Batubulan pada hari Selasa (02/05/2023) pagi waktu setempat. 

I Gusti Ngurah Agung Asmara, S.Pi., selaku anak dari almarhumah mewakili keluarga mengatakan bahwa ibunda sebelum meninggal dunia, sempat dirawat di rumah sakit karena mengalami sakit paru-paru yang dideritanya sudah enam bulan lamanya dan tiga bulan terakhir kondisi beliau mulai memburuk kesehatannya dan sampai akhirnya Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa menjemputnya pada hari Minggu, 23 April 2023 di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah diusia 73 tahun,” jelas Agung Asmara. 

Lebih lanjut, almarhumah I Gusti Ayu Agung Rai Muter (ibunda-red), dihari Senin, 1 Mei 2023 nyiraman atau melelet (dimandikan) langsung ngaskara (dikafankan) dan pada hari ini Selasa, 2 Mei 2023 dilaksanakan Pelebon atau Pengabenan yang dipuput oleh lda Pedande Rsi Agung Puri Agung Tegal Tamu Batubulan,” imbuh Agung Asmara. 

Usainya prosesi Pelebon, kemudian dilanjutkan dengan nganyut di Pantai Biaung Batubulan, nyekah dan ajar-ajar ke Pura Besakih pada hari Minggu, 7 Mei 2023,” sambung I Gusti Ngurah Agung Asmara. 

Tampak hadir dalam acara prosesi pelebon tersebut, Cokorda Putra dari Puri Batubulan Gianyar, Wakil Ketua DPRD Bali Cokorda Gede Asmara Sukawati, S.I.P., M.l.P., dari Puri Ubud, Bhabinkamtibmas Polsek Sukawati AIPTU l Wayan Semadiyasa, Babinsa KOPTU Kadek Sudarmayasa Koramil 1616/05 Sukawati Gianyar, Kelihan Adat Banjar Pengembungan l Wayan Dana Susila, Wakil Bendesa Adat Tegal Tamu l Wayan Wirata, I Gusti Ngurah Agung Jaya (kakak tertua), masyarakat Banjar Adat Pengembungan dan awak media.

 

Tokoh masyarakat dan juga selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi Provinsi Bali (DPD PJI-D BALI) serta mewakili keluarga.

 

“Matur suksma sanget (terimakasih banyak) kami haturkan atas dukungan dari semua pihak yang telah mempersiapkan sarana dan prasarana jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga terlaksananya prosesi upacara Pelebon ini dapat berjalan dengan baik, sesuai rencana dan dilancarkan, astungkara,” pungkas Agung Asmara.

 

(JesPutra02o523)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *