
Deliserdang,Mediatimsus.com – Siswi SMP Negeri 3 Lubuk Pakam di paksa squad jump 80 kali oleh kepala sekolah bernama M Juhum Siregar.
Setelah dipaksa squad jump 80 kali, korban sempat mengalami sesak napas.
Karena kondisinya mengkhawatirkan, rekan – rekan korban bernisial K kemudian membawa VP ke RSUD Amri Tambunan.
Pada saat berada di ruang IGD RSUD Amri Tambunan, korban yg duduk di bangku kelas VIII ini terbaring lemah.
Korban terlihat menggunakan tabung oksigen karena merasa sesak napas.
Kemudian , ada dua orang rekannya yg pria ribut dalam barisan.
Meski hanya dua orang yg ribut, tapi seluruh siswa diberikan sanksi yg sama.
“Kami disuruh Squad jump sama kepala sekolah. Pertama 50 kali, baru kemudian dikasih waktu 10 sampai 15 menit untuk hafal perkalian 12 dan 13, karena enggak ada yg bisa hafal, ditambah 20 kali lagi Squad jumpnya “, kata VP Rabu 18/1/2023.
VP menyebutkan,ketika sudah 70 melakukan Squad jump, VP sempat menjulurkan tangan dan berkata kepada kepala sekolah bahwa dirinya sudah tidak sanggup lagi.
Namun ,kepala sekolah malah menyuruh VP melakukan 10 kali lagi Squad jump.
“Yaa dilakukan juga, sudah dibilang pak enggak tahan, tapi tetap disuruh. Sempat duduk dirumput sebentar karena kecapaian/lelah baru kemudian disuruh masuk kelas, di kelas itulah baru kemudian sesak napas”, ucap VP.
Itu pun mengaku sempat minta izin ke ruang Kasek
Lalu sempat di suruh pulang karena memang sudah lemas. Saat itu VP sempat menerima uang Rp 10 ribu dari wakil kepala sekolah untuk ongkos becak pulang ke rumah.
“Di jalan napas nya sesak kali saya, bilang sama K untuk antar ke rumah sakit, karena sudah tidak tahan lagi”, ucap VP.
Bibi dan Paman VP sempat datang menjenguk ke rumah sakit.
“Awalnya di kabari sama temannya saya pikir ini mau modus penipuan. Karena ditelepon balik sempat nggak ngangkat. Tapi rupanya benar dirumah sakit, kami kecewa kok bisa segitu kali menghukumnya,”ucap Dana paman korban.
Disidik langsung telepon kasek.
Kasi Pembina SMP Dinas Pendidikab Deliserdang Elfami Sinambela mengaku sudah menyuruh kepala sekolah mendatangi kediaman siswi itu.
“Sudah saya suruh tadi anggota ke sekolah. Saya juga sudah coba telepon kepala sekolahnya, tapi belum diangkat”, ucap Elfami sinambela .
Elfami Sinambela mengaku belum tahu kronologisnya lengkap kejadian. Namun , kasi Pembina Elfami sinambela mengatakan bahwa siswi tersebut kondisinya sudah sehat.
“Sudah sehat kok, sudah pulang katanya dari rumah sakit, kalau untuk kedepannya itu nantikan ada bidang lain yg menangani , katanya kepala sekolah sdh datang ke rumah sakit itu”, kata kasi Pembina Elfami Siregar.
Sementara itu sekretaris Dinas kabupaten Deliserdang , Yusnaldi mengatakan pihaknya sudah mengarahkan agar kepala sekolah mendatangi rumah siswi tersebut.
Tujuannya ,guna menunjukan rasa perhatian atas kasus ini.
“Sekretaris Dinas Pendidikan pun menyebutkan sudah kami suruh datang kepala sekolah itu kerumah siswi tersebut. Biaya rumah sakitnya juga kami suruh untuk ditanggung “, ucap sekretaris Pendidikan Yusnaldi.
DPRD Deliserdang bereaksi keras atas adanya kasus siswi SMP Negeri 3 Lubuk Pakam akibat ulah kepala sekolah.
Menurut Anggota komisi IV DPRD Deliserdang, dr.Thomas Darwin Sembiring hukuman Squad jump bisa berdampak fatal pada anak – anak.
“Bisa fatal itu kalau jantungnya enggak kuat hukuman sampai sebanyak itu(80 kali) tidak tepat menurut saya.
Ini bukan Militer ,” ucap dr.Thomas.(Sopiyan)






