MediaTimsus.com
Jakarta,
Hari Pahlawan Nasional setiap Tahunnya seluruh rakyat Indonesia menggelar acara tersebut di daerah masing – masing.
Bertepatan dengan hari Senin tanggal 10 Nopember 2025, adalah sebagai Hari Pahlawan Nasional. Sejarah yang mana merupakan salah satu perjuangan untuk menjadi lebih baik menuju ke arah yang lebih baik Menuju Indonesia Emas 2045 ke depannya,”ucap Presiden RI Prabowo Subianto di Istana kepresidenan Jakarta Pusat hari Senin 10 Nopember 2025.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengumum kan 10 Tokoh yang harus mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat hari Senin 10 Nopember 2025 .
“Nama Presiden RI H.M.Soeharto termasuk dalam kategori nama 10 Pahlawan Nasional yang di sebut-sebut. Presiden Prabowo Subianto yang langsung menyerahkan secara simbolis galar Pahlawan Nasional kepada Putra ke -3 Bambang Trihatmodjo.
Namun, demikian pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada H.M.Soeharto telah lama menuai Pro dan Kontra.
“Gelar Pahlawan Nasional H.M.Soeharto yang mana Tuai Pro dan Kontra”ucap Siti Hardiyanti Hastuti Rukmana, yang mana harus dapat menjaga Persatuan dan Kesatuan jangan sampai kita hadapi seperti menghadapi Portugis dan Belanda. Yang jelas tentang cara untuk melaksanakan kegiatan haruslah memiliki kemampuan komunikasi dan informasi lainnya agar tidak terjadi perpecahan/The Vie Dhe it Ampera= Dilaga agar berpecah belah, pihak Belanda dapat menguasai Republik Indonesia selama 350 Tahun.
“Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional kepada 10 Putra Putri anak Bangsa Indonesia ini jelas menuai Pro dan Kontra dari berbagai Kalangan/sumber . Menanggapi hal tersebut,putri H.M.Soeharto Siti Hardiyanti Hastuti Rukmana yang mana lebih baik dan beliau tidak mau pusing – pusing dengan Pro dan Kontra di Istana Negara hari Senin 10 Nopember 2025. Itu sich wajar – wajar saja, kalau ada yang Pro pasti ada yang Kontra,”ujar Siti Hardiyanti Hastuti Rukmana.
Boleh – boleh saja kontra, akan tetapi juga harus dapat menjaga Persatuan dan Kesatuan jangan sampai kita lupa kan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sosial masyarakat yang menjadikan pegangan di segala aspek kehidupan sosial manusia yang mana telah dilakukan untuk melengkapi dan punya peran penting terhadap lingkungan masing-masing, itulah yang harus kita pahami bahwa mekanisme,janji yang mana merupakan bagian dari strategi dan kebijakan yang harus diperhatikan dan ditindaklanjuti dengan baik dan benar sesuai undang – undang Dasar yang harus kita patuhi aturan main nya,jelas Siti Hardiyanti Hastuti Rukmana.
Beliau juga mengaku tidak ambil pusing dengan Pro dan Kontra yang terjadi. Masyarakat Indonesia itu kan bermacam macam cara dari pola pikir mereka ada yang Pro pasti ada yang Kontra itu sich wajar wajar saja,”jelasnya di Istana Negara saat selesai melaksanakan upacara peringatan hari Pahlawan Nasional 10 Nopember 2025 .
“H.M.Soeharto selama 32 Tahun menjabat sebagai Kepala Negara/Presiden RI. H.M.Soeharto di nilai telah banyak berbuat,berjuang untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Rakyat Indonesia.
Kita lihat saja apa yang sudah dilakukan oleh H.M.Soeharto dari berbagai Strategi awal antisipasi hingga beliau wafat itu semua yang diperbuatnya Perjuangan untuk Negara dan Rakyat . Harapan kita semua agar pihak – pihak yang Pro dan Kontra terhadap keputusan pengangkat an H.M.Soeharto sebagai Pahlawan Nasional tidaklah bersikap ekstrem. Siti Hardiyanti Hastuti Rukmana mengajak semua pihak wajib untuk menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI Harga Mati (A Liem Lubis),-






